Pages

Tugas Pengantar Bisnis

Minggu, 24 Januari 2016

SOAL

1. Faktor-Faktor yang ikut menyebabkan keberhasilan bisnis kecil, yaitu:
-   Kerja keras, dorongan, dan dedikasi
-   Permintaan pasar akan produk atau jasa yang disediakan,
-   Kompetensi Manajerial, dan
-   Keberuntungan
Jelaskan faktor-faktor keberhasilan diatas secara singkat dan jelas serta bayangkan jika yang berhasil itu adalah usahamu sendiri!!!

2. Jelaskan tentang motivasi karyawan yang berkaitan dengan :
-   Teori X dan Y
-   Teori Maslow

3. Apabila anda memiliki uang Rp 100 juta, berapa kah nilainya dalam 3 tahun bila suku bunga yang berlaku 10% tetap selama 3 tahun dan imbal hasil tiap tahunnya kembali ? Berapa nilai uang anda di tahun 1, ke 2 , ke 3

4. Jelaskan yang kau ketahui tentang hal-hal sebagai berikut:
-  Wirausahawan
-  Bisnis
-  Strategi
-  Manajemen
-  Motivasi
-  Modal
-  Sumber Daya Manusia
-  Bauran Promosi 


JAWAB

1. Kerja keras, dorongan dan dedikasi
Para pemilik bisnis kecil harus berkomitmen dalam mencapai keberhasilan dan rela menghabiskan waktu dan usaha sebanyak mungkin untuk dapat mewujudkannya. Seorang wirausaha yang cerdas itu mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, karena dedikasi yang tinggi maka kesuksesan akan selalu menghampirinya. Seorang wirausaha yang berdedikasi tinggi terhadap bisnisnya. Kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara

Permintaan pasar akan produk atau jasa yang disediakan
Analisis yang cermat terhadap kondisi pasar dapat membantu para pemilik bisnis kecil melihat kemungkinan penerimaan produk mereka di pasar.

Kompetensi Manajerial
Para pemilik bisnis kecil yang berhasil mungkin mendapatkan kompetensi melalui pelatihan atau
pengalaman atau dengan belajar sendiri atau langsung berhasil setelah lulus sekolah.Namun sebagian besar bekerja dulu di perusahaan untuk menambah wawasan serta keahlian

Keberuntungan
Keberuntungan adalah tambahan untuk upaya – karunia atas upaya dalam mencapai sukses. keberuntungan berpihak kepada semua orang terutama orang yang memulai bisnis. Namun bukan berarti kata beruntung itu membuat kita untuk menunggu keberuntungan. Keberuntungan itu juga harus dikejar, butuh kerja keras, butuh semangat, butuh keterampilan dan butuh kepercayaan dari banyak orang. Keberuntungan juga akan datang kalau seseorang memiliki kebiasaan yang baik,memiliki pikiran positif dan pola pikir yang baik. 

2. Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

Douglas Mc Gregor menemukan teori X dan Y setelah mengkaji cara para manager berhubungan dengan para karyawan. Ada empat asumsi yang dimiliki oleh manager dalam teori X, yaitu:
1. karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya
2. karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dikendalikan atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan
3. karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal (asumsi ketiga)
4. sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi

Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.

Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y, yaitu:

1. karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan seperti halnya istirahat atau bermain
2. karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan
3. karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari dan bertanggung-jawab
4. karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

Teori Maslow
Teori motivasi yang paling terkenal adalah teori Hirarki Kebutuhan oleh Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).

Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas.

Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.

Teori kebutuhan Maslow telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini logis secara intuitif. Namun, penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti empiris dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan, teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat.

3. Fn = P (i + 1) n

Diketahui :
P = Rp 100.000.000
I = 10 % = 0.1
n = 1, 2, 3
Ditanya : Fn ?
Jawab :
Tahun 1 :
Fn = P (i + 1) n
= 100.000.000 (0.1 +1)1
= 100.000.000 (1.1) 
= 110.000.000
Maka Pada tahun 1 akan mendapatkan uang sebesar 110.000.000

Tahun 2 : 
Fn = P (i + 1) n
= 100.000.000 (0.1 + 1)2
= 100.000.000 (1.1)2
= 121.000.000
Maka Pada Tahun ke 2 akan mendapatkan uang sebesar 121.000.000

Tahun 3: 
Fn = P (i + 1) n
= 100.000.000 (0.1+1)3
= 100.000.000(1.1)3
= 133.100.000
Maka pada Tahun ke 3 akan mendapatkan uang sebesar 133.100.000

Kesimpulan:
Apabila kita tetap memegang uang sebesar 100 rupiah, maka bila dalam 3 tahun nilai suku bunga tetap sebesar 10% dan keuntungan setiap tahunnya kembali diinvestasikan (compunded) maka uang tersebut akan bernilai Rp 133,1 atau naik sebesar 33,1%.

Apabila imbal hasil suku bunga 10% tidak diinvestasikan kembali, maka keuntungan setelah 3 tahun dengan suku bunga tetap 10% adalah sebesar 30%.

4. Wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan suatu produk atau bisnis baru perusahaan milik sendiri, dengan menggunakan sumber daya (keuangan, bahan baku, tenaga kerja) dengan sebaik-baiknya, tujuannya untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya.

Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba (profit). Pada dasarnya, kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit).

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

Motivasi adalah suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya. Motivasi juga bisa diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.

Modal adalah dana untuk suatu awal perusahaan dan dana tersebut pula digunakan untuk  aktivitas perusahaan dan merupakan bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan.

Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal perasaan, keinginan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, daya, dan karya (rasio, rasa dan karsa). Semua potensi sumber daya manusia tersebut berpengaruh terhadap upaya organisasi dalam mencapai tujuan. 

Bauran Promosi 
Bauran promosi adalah perangkat atau variabel – variabel promosi yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan – perusahaan untuk memperkenalkan produknya agar dapat mempengaruhi sehingga tujuan perusahaan tercapai 

Pengembangan Produk dan Penetapan Harga

Jumat, 15 Januari 2016

Alat-Alat Penetapan Harga Untuk mengukur potensi dampak sebelum menetapkan harga akhir, manajer menggunakan 2 alat utama (yang sering digabungkan) :

1. Penetapan harga berorientasi biaya Para manajer menetapkan harga produk dengan menghitung biaya untuk menyediakannya bagi pembelanja. Ketika mereka menghitung ini, mereka menjumlahkan biaya-biaya ini dan menambahkan angka untuk meraih laba, mereka menghasilkan mark up, yaitu jumlah yang ditambahkan ke dalam biaya barang agar dapat menjualnya dengan memperoleh laba.

2. Analisis titik impas Para manajer menaksir biaya total versus pendapatan untuk berbagai volume penjualan. Analisis ini menunjukkan pada harga jual tertentu. Jumlah unit yang harus dijual harus dapat menghasilkan pendapatan total yang sama dengan total biaya yang disebut titik impas, yang tidak menghasilkan laba atau rugi.

STRATEGI DAN TAKTIK PENETAPAN HARGA

Strategi Penetapan Harga Strategi penetapan harga itu penting karena penetapan harga memiliki dampak langsung pada pendapatan dan sangat fleksibel. Ada beberapa cara strategi penetapan harga dalam produk-produk baru maupun yang sudah beredar, diantaranya :

Penetapan Harga Produk Baru Perusahaan-perusahaan yang menetapkan harga produk baru harus memilih antara dua opsi kebijakan penetapan harga:

1. Penetapan harga mengapung : Menetapkan harga awal yang tinggi untuk menutup biaya dan menghasilkan laba memungkinkan perusahaan mendapatkan laba besar atas masing-masing barang yang terjual; tenaga pemasaran harus meyakinkan konsumen bahwa produknya benar-benar beda dari produk yang ada.
2. Penetapan harga penetrasi : Menetapkan harga awal rendah untuk memantapkan produk baru di pasar. Harga Tetap dan Harga Dinamis dalam e-Business Kemudahan informasi yang didapat dari internet membuat penetapan harga lebih konvensional. Penetapan harga dinamis menjadi mudah karena aliran

Ada tiga pilihan untuk penetapan harga produk yang sudah ada 
1. Penetapan harga diatas harga pasar memanfaatkan asumsi-asumsi umum bahwa harga lebih tinggi berarti mutu lebih tinggi.
2. Penetapan harga di bawah pasar berfungsi jika perusahaan dapat menawarkan produk dengan mutu yang dapat diterima sambil menjaga biaya di bawah pesaing yang menetapkan harga lebih tinggi.
3. Penetapan harga mendekati harga pasar adalah pilihan lainnya.

Taktik Penetapan Harga Terlepas dari strategi penetapan harganya, perusahaan yang menjual banyak barang dalam satu kategori produk sering menggunakan:
1. Penetapan harga lini, yakni menawarkan barang-barang dalam kategori tertentu pada sejumlah harga yang terbatas. Dengan menetapkan harga llini, toko menetapkan terlebi dahulu tiga atau empat titik harga dimana produk akan dijual.
2. Penetapan harga psikologis memanfaatkan fakta bahwa pelanggan tidak benar-benar rasional ketika melakukan keputusan pembelian Penetapan harga ganjil-genap didasarkan pada teori bahwa pelanggan lebih meyukai harga yang tidak ditawarkan dalam angka bulat.
3. Pendiskonan. Seringkali penjual harus menawarkan pemotongan harga(diskon) untuk merangsang/meningkatkan penjualan.


Penetapan Harga Internasional Dalam penetapan harga internasional, harus menyesuaikan dengan kondisi konsumen dunia. Strategi alternatif diperlukan untuk meningkatkan pangsa pasar asing dengan cara menetapkan harga produk di bawah biaya. Sebagai hasilnya, produk tertentu akan diberi harga lebih rendah di pasar asing daripada di pasar domestiknya.

Pengertian Break even Point

Break event point adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total biaya). Sebelum memproduksi suatu produk, perusahaan terlebih dulu merencanakan seberapa besar laba yang diinginkan. Ketika menjalankan usaha maka tentunya akan mengeluarkan biaya produksi, maka dengan analisis titik impas dapat diketahui pada waktu dan tingkat harga berapa penjualan yang dilakukan tidak menjadikan usaha tersebut rugi dan mampu menetapkan penjualan dengan harga yang bersaing pula tanpa melupakan laba yang diinginkan. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi sangat berpengaruh terhadap harga jual dan begitu pula sebaliknya, sehingga dengan penentuan titik impas tersebut dapat diketahui jumlah barang dan harga yang pada penjualan. Analisis break even sering digunakan dalam hal yang lain misalnya dalam analisis laporan keuangan. Dalam analisis laporan keuangan kita dapat menggunakan rumus ini untuk mengetahui:
1.      Hubungan antara penjualan, biaya, dan laba
2.      Struktur biaya tetap dan variable
3.      Kemampuan perusahaan memberikan margin unutk menutupi biaya tetap
4.      Kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan tidak mengalami            laba dan rugi

Selanjutnya, dengan adanya analisis titik impas tersebut akan sangat membantu manajer dalam perencanaan keuangan, penjualan dan produksi, sehingga manajer dapat mengambil keputusan untuk meminimalkan kerugian, memaksimalkan keuntungan, dan melakukan prediksi keuntungan yang diharapkan melalui penentuan
·         harga jual persatuan,
·         produksi minimal,
·         pendesainan produk, dan lainnya

Dalam penentuan titik impas  perlu diketahui terlebih dulu hal-hal dibawah ini agar titik impas dapat ditentukan dengan tepat, yaitu:
·         Tingkat laba yang ingin dicapai dalam suatu periode
·         Kapasitas produksi yang tersedia, atau yang mungkin dapat ditingkatkan
·         Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, mencakup biaya tetap maupun biaya variable.

RUMUS BREAK EVEN POIN 
Titik impas ini terjadi apabila:
TR (Sales)        = P. Q
TC                    = FC + VC
Jadi pada titik break even:
Harga x Kuantitas Penjualan  =          biaya tetap + biaya variable
P . Q                                        =          FC+ VC
P .Q                                         =          FC + (V . Q )
(P. Q) – (V. Q)                        =          FC
Q (P-V)                                   =          FC
V= harga variable cost per unit

Jadi :


Q= FC / (P-V)


Bisnis Global

1. NAFTA

NAFTA adalah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, sebuah perjanjian antara Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat yang telah berlaku sejak tanggal 1 Januari 1994. Perjanjian ini dirancang untuk meningkatkan perdagangan antara ketiga negara dengan mengurangi atau menghilangkan pembatasan perdagangan, seperti tarif dan kuota impor. Ini adalah salah satu perjanjian yang paling kuat dan berjangkauan luas di dunia, yang mengatur seluruh spektrum perdagangan dan perdagangan di benua Amerika Utara. Meskipun itu dirancang untuk menguntungkan negara-negara anggotanya secara ekonomi, telah menjadi subyek kontroversi sejak awal.

Bagaimana Panduan Perjanjian Perdagangan Kerja
Perdagangan internasional, proses mengimpor dan mengekspor barang-barang dari satu negara ke yang lain, biasanya diatur oleh bea dan biaya seperti tarif. Langkah-langkah ini dirancang untuk mendorong bisnis asli suatu negara dengan melindungi mereka dari kompetisi di luar. Langkah-langkah regulasi lain, termasuk lingkungan, kesehatan, dan peraturan tenaga kerja, sering dikenakan pada perusahaan yang beroperasi dalam suatu negara. Perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang dirancang untuk mendorong perdagangan antara dua atau lebih negara dengan mengurangi pembatasan ini. NAFTA adalah salah satu yang paling menonjol dan berpengaruh dari FTA tersebut.

Tarif dan Penjualan
Sebelum perjanjian perdagangan bebas diterapkan, barang-barang AS diekspor ke Kanada dan terutama ke Meksiko yang dikenakan pajak pada tingkat tinggi. Tarif ini mengecilkan penjualan banyak barang AS, termasuk mobil, suku cadang mobil, komputer, dan makanan, di negara-negara tetangganya. Sebagai hasil dari perjanjian tersebut, tugas tersebut berkurang dari waktu ke waktu, akhirnya tersingkir pada tahun 2.008.

Penjualan barang AS di Meksiko meningkat secara dramatis setelah 1994; Kanada telah meningkatkan perdagangan di AS barang dagangan juga, meskipun tidak hampir sampai seperti yang Meksiko lakukan. Gabungan, negara-negara NAFTA menyumbang hampir sepertiga dari ekspor AS pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, negara-negara ini adalah dua dari tiga pemasok impor ke AS juga. Perdagangan antara Kanada dan Meksiko juga meningkat, dengan Meksiko menjadi sumber impor terbesar keempat Kanada. Selain itu, layanan internasional dan investasi asing sudah naik.
Imigrasi dan Wisata

Salah satu efek perjanjian imigrasi ini, pekerja tertentu dari satu bangsa dapat mengajukan permohonan untuk tinggal sementara saat bekerja di bawah naungan NAFTA. Dalam rangka untuk mendapatkan visa khusus ini, yang disebut visa TN, pekerjaan harus mendaftar profesi yang disetujui dan posisi tertentu harus membutuhkan jasa profesional NAFTA. Seseorang yang menerapkan harus memiliki kualifikasi yang tepat dan pengalaman untuk posisi itu.

Perjanjian tersebut juga memudahkan pembatasan perjalanan internasional, khususnya untuk pengangkutan barang dari satu negara ke negara lain. Pengemudi truk jarak jauh dari setiap negara diperbolehkan untuk mendorong kargo melintasi perbatasan; setelah moratorium panjang, pengemudi Meksiko pertama diizinkan untuk beroperasi di AS pada Oktober 2011.

Pelabelan dan Dokumentasi
Efek lainnya adalah bahwa barang yang dikirim antara tiga negara wajib memiliki label yang dicetak dalam bahasa negara tersebut. Produk yang dikirim ke Amerika Serikat dan Kanada harus memiliki label bahasa Inggris, yang diimpor ke Kanada harus mencakup Prancis, dan mereka diekspor ke Meksiko, Spanyol. Barang juga harus memiliki sertifikat asal memverifikasi bahwa mereka dibuat di salah satu dari tiga negara.

Kritik
Bagian dari NAFTA di awal 1990-an sangat kontroversial di ketiga negara. Kritik takut bahwa otonomi nasional akan mengkhawatirkan karena setiap negara mengubah hukum individu untuk mematuhi ketentuan perjanjian ini. Perdebatan kongres dan parlemen difokuskan pada peraturan lingkungan yang bisa dilewati atau digantikan oleh persyaratan FTA dan tenaga kerja. Yang dikhawatirkan adalah bahwa keuntungan ekonomi dari NAFTA tidak akan cukup untuk mengimbangi hilangnya perlindungan yang telah ditetapkan oleh sistem tarif yang lebih lama.
Kontroversi belum berkurang sejak FTA disahkan. Serikat buruh menyalahkan penurunan pekerjaan manufaktur akibat perjanjian tersebut, yang membuatnya lebih mudah untuk pekerjaan yang harus outsourcing ke Meksiko atau Kanada. Ketika dikombinasikan dengan reformasi pertanian di negara itu, banyak pekerja pertanian Meksiko kehilangan pekerjaan mereka saat metode produksi berubah dan industri menghadapi persaingan lebih besar dari impor AS.

Perdebatan peraturan lingkungan juga tetap menjadi topik hangat. Perjanjian itu tidak mencakup ketentuan-ketentuan lingkungan, dan mengarah pada pembentukan Komisi untuk Kerjasama Lingkungan (CEC). Berdasarkan perjanjian tersebut, bagaimanapun, bisnis yang dicegah dari beberapa aktivitas oleh undang-undang lingkungan hidup suatu negara mungkin dapat menuntut pemerintah untuk kerusakan jika tindakan itu bertentangan dengan ketentuan NAFTA, yang membawa kekuatan hukum internasional.

Update dan Perjanjian Lainnya
Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara telah diperbarui dengan dua tambahan utama, Perjanjian Amerika Utara untuk Kerjasama Ekonomi (NAAEC) dan Perjanjian Amerika Utara untuk Kerjasama Buruh (NAALC). Sebuah tambahan kemudian adalah Kemitraan Keamanan dan Kesejahteraan Amerika Utara, dirancang untuk mendorong kerjasama tentang isu-isu keamanan nasional.

Sejak tahun 1994, AS telah melakukan negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan sejumlah negara lain, termasuk Korea Selatan dan Kolombia, dan dengan sekelompok negara di Amerika Tengah. Kanada juga memiliki FTA dengan beberapa dari negara-negara yang sama. Kesepakatan luas lagi antara AS dan sejumlah negara Lingkar Pasifik juga telah dibahas.


2. GATT

GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) atau perjanjian umum tentang tarif-tarif dan perdagangan didirikan pada tahun 1948 di Genewa, Swiss. Pada waktu didirikan, GATT beranggotakan 23 negara, tetapi pada saat sidang terakhir di Marakesh pada 5 April 1994 jumlah negara penandatangan sebanyak 115 negara. Kesepakatan dalam GATT yang mulai berlaku sejak 1 Januari 1948 tertuang dalam tiga prinsip, yaitu:

1. Prinsip resiprositas, yaitu perlakuan yang diberikan suatu negara kepada negara lain sebagai mitra dagangnya harus juga diberikan juga oleh mitra dagang negara tersebut.

2. Prinsip most favored nation, yaitu negara anggota GATT tidak boleh memberikan keistimewaan yang menguntungkan hanya pada satu atau sekelompok negara tertentu.

3. Prinsip transparansi, yaitu perlakuan dan kebijakan yang dilakukan suatu negara harus transparan agar diketahui oleh negara lain.

Sesuai dengan perkembangannya, masing-masing negara anggota GATT menghendaki adanya perdagangan bebas. Pada pertemuan di Marakesh, Maroko 5 April 1994 GATT diubah menjadi World Trade Organization (WTO) mulai tanggal 1 Januari 1995.
Lahirnya membawa dua hal perubahan mendasar, yaitu :

1. WTO mengambilalih peran GATT dan menjadikannya sebagai salah satu lampiran aturan WTO.
2. Prinsip-prinsip GATT menjadi kerangka aturan bagi bidang-bidang baru dalam perjanjian WTO. Misalnya GATS, TRIMS, TRIPS

Tujuan terbentuknya GATT
Tujuan pembentukan GATT adalah untuk menciptakan suatu iklim perdagangan internasional yang aman dan jelas bagi masyarakat bisnis, serta juga untuk menciptakan liberalisasi perdagangan yang berkelanjutan, lapangan kerja dan iklim perdagangan yang seha. Pada pokoknya ada empat tujuan penting yang hendak dicapai GATT:
                 1)  meningkatkan taraf hidup umat manusia;
                 2) meningkatkan kesempatan kerja;
                 3) meningkatkan pemanfaatan kekayaan alam dunia; dan
                 4) meningkatkan produksi dan tukar menukar barang.


Fungsi GATT:
•  Pertama, suatu perangkat ketentuan [aturan] multilateral yang mengatur transaksi perdagangan yang dilakukan oleh negara- negara anggota GATT dengan memberikan suatu perangkat ketentuan perdagangan.

•  Kedua, sebagai suatu forum [wadah] perundingan perdagangan dan   diupayakan agar praktek perdagangan dapat dibebaskan dari rintangan-rintangan yang mengganggu [liberalisasi perdagangan]

•  Ketiga, GATT mengupayakan agaraturan atau praktek perdagangan demikian itu menjadi jelas baik melalui pembukaan pasar nasional atau melalui penegakan dan juga penyebarluasan pemberlakuan peraturannya.

Garis-garis Besar Ketentuan GATT

GATT memiliki 38 pasal.  Secara garis besarnya, dari pasal-pasal dibagi ke dalam 4 bagian:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL9xTupTEsnnLW8KifQwaHzdaNeukwQialSOAUKyiFV6YQsOk9vAhelXsFZo5wDJKCpd8JFUFFZXPWnpsb-NIiBgl-pPWu_LYd7sp3qrzVOLPgabRky44fMi_esaabtMCrXnQtNFVP_xc/s1600/GATT.gif
Bagian Pertama : Pasal 1, Pasal Utama menetapkan prinsip utama GATT, MFN Treatment pada anggota. Pasal 2 Penurunan Tarif yang disepakati berdasarkan GATT.
Bagian Kedua : Memuat 30 Pasal (Ps III-Ps XXII).
Bagian Ketiga : Berisi 11 Pasal.
Bagian Keempat : Terdiri dari empat pasal yang ditambahkan pada tahun 1965. Bagian ini berisi kebutuhan-kebutuhan khusus  darai negara-negara sedang berkembang.

3. EU

Uni Eropa (UE, bahasa Inggris: European Union atau EU) adalah sebuah organisasi antar-pemerintahan dan supra-nasional, yang terdiri dari negara-negara Eropa, yang sejak 1 Januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht) pada 1992. Namun, banyak aspek dari EU timbul sebelum tanggal tersebut melalui organisasi sebelumnya, yang ada sejak tahun 1950 yang beranggotakan enam  negara (Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Luksemburg dan Belanda)
Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan antarpemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan di bidang-bidang lainnya lembaga-lembaga organ yang bersifat supranasional menjalankan tanggung jawabnya tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya. Lembaga organ penting di dalam UE adalah Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa, Dewan Eropa, Mahkamah Eropa, dan Bank Sentral Eropa. Terdapat pula Parlemen Eropa yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh warga negara anggota.

1.         Politik dan pemerintahan :
Struktur politik: Organisasi antar-pemerintah yang hibrid dan bersifat supranasional.
Negara Anggota: 27 negara: Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Jerman, Perancis, Hongaria, Inggris Raya, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta, Polandia, Portugal, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Yunani.
Kandidat: Albania, Bosnia & Herzegovina, Montenegro, Kroasia, Makedonia, Serbia, dan Turki.
Ibu kota: Brussel, Belgia
Bendera Uni Eropa: Duabelas bintang berwarna kuning membentuk lingkaran di atas dasar warna biru. Bendera ini wajib dikibarkan berdampingan dengan bendera nasional negara anggota di tempat-tempat kenegaraan.

2.         Demografi dan Geografi
Jumlah penduduk: 499.673.300 (per 1-1-2009); pertumbuhan 0.11% /tahun; 0-14 tahun: 15,7%,  15-64 tahun: 67,2 %, 65  tahun ke atas: 17,1%.
Bahasa resmi: Bulgaria, Czech, Denmark, Belanda, Inggris, Estonia, Finlandia, Perancis, Gaelic, Jerman, Yunani, Hungaria, Italia, Latvia, Luthuania, Malta, Polandia, Portugis, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia.
Luas Wilayah: 4.324.782 km2

 Persebaran

European Union merupakan persatuan Negara-negara yang semua wilayahnya  berada di benua Eropa. Walaupun demikian keadaan wilayah masing-masing Negara tidaklah sama. Misalnya,  wilayah  antara  Inggris  bagian  selatan hingga  negara-negara  Beneluks,  Prancis,  Jerman bagian  Barat  dan  Italia  bagian Utara merupakan daerah  yang  paling makmur.  Sebaliknya,  Jerman bagian  Timur,  Italia  bagian  Selatan,  Spanyol, Portugal dan Yunani tertinggal dalam perekonomian mereka. Dengan tingkat pendapatan yang rendah, daerah-daerah  ini  cenderung  memiliki  tingkat pengangguran  yang  lebih  tinggi,  tenaga  kerja dengan tingkat pendidikan/keterampilan yang lebih rendah,  kepadatan  penduduk  yang  lebih  rendah, perekonomian  yang  lebih  memfokuskan  pada pertanian  daripada  industri  dan  tingkat  migrasi penduduk yang tinggi.  

Adanya  perbedaan  iklim  yang  sangat  besar, terutama  antara  negara  anggota  Skandinavia di  Utara  dengan  negara  anggota  di  wilayah Mediterania  ke  arah  Selatan.  Perbedaan  serupa terjadi juga di antara negara-negara anggota baru, terutama antara perkotaan dan pedesaan. Meskipun  menghadapi  perbedaan-perbedaan  ini, UE  telah  berhasil menjalankan  pasar  tunggal  bersama. 

Pendekatan

Pendekatan Geografi yang digunanakan dalam mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan keruangan. Melalui pendekatan keruangan akan dapat diungkapkan bagaimana persebaran anggota UE di ruangan (tempat) tersebut  dalam hal ini Benua Eropa, dan bagaimana interelasi UE dengan aspek lain seperti dalam kehidupan manusia (ekonomi, politik, budaya, dll)

Interaksi

Hubungan antar negara anggota UE sangat erat terutama di bidang ekonomi, apalagi sejak disetujuinya mata uang bersama. Pada tahun 1999 negara-negara anggotanya menetapkan nilai tukar mata uang mereka menjadi Euro, yang melahirkan “zona Euro”. Mata uang euro mungkin merupakan pencapaian UE yang paling menonjol. Mata  uang  ini  merupakan  mata  uang tunggal  yang  digunakan  oleh  12  negara  anggota yang mewakili  dua  pertiga  dari  jumlah  penduduk UE. Angka  tersebut akan  terus meningkat sejalan dengan  bertambahnya  negara-negara  anggota baru yang akan menggunakan mata uang ini begitu keadaan perekonomian mereka telah siap. 
UE merupakan blok perdagangan tunggal terbesar di dunia. Pada tahun 2004, jumlah keseluruhan impor UE mencapai   3.187 milyar, yang mencerminkan 44,8  persen  dari  jumlah  perdagangan  komoditas dunia. Dengan semakin meningkatnya perekonomian UE  telah mempengaruhi tingkat perekomian Negara berkembang yang cenderung terus menurun. Berikut hasil interaksi UE dengan Negara-negara di dunia

1.      Perdagangan  dunia  mengalami  peningkatan lima kali lipat dalam 20 tahun terakhir.
2.      Peran  Amerika  Latin  dalam  kegiatan perdagangan  mengalami  kemerosotan  yang cukup besar.
3.      Peran  Afrika  dalam  kegiatan  perdagangan  dunia  mengalami  penurunan  separuhnya  selama jangka waktu ini
4.      Peran Asia dalam kegiatan perdagangan dunia  mengalami  peningkatan  cukup  tajam  selama  jangka waktu ini. Hal ini menutupi kemerosotan yang  dialami  Jepang  serta  kemajuan  cepat yang dicapai oleh Cina.
5.      Peran Cina dalam kegiatan perdagangan dunia mengalami peningkatan  lebih dari 5 kali  lipat.  Saat ini Cina merupakan negara ke-6 terbesar  dalam  perdagangan  dunia. 
6.      Peran  Jepang mengalami kemerosotan sebesar 20 persen.

 Manfaat

Sejak pertama kali dibentuk UE mempunyai tujuan menciptakan persatuan dan kedamaian antar Negara-negara di Eropa. Namun pada perkembangannya UE  telah mefokuskan kerjasama pada bidang Ekonomi saja. Sejak adanya UE perdagangan dunia semakin semarak dan pertumbuhan perekonomian Eropa sangat signifikan.

Negara anggota UE banyak memperoleh manfaat dari peserikatan tersebut, karena kesulitan-kesulitan ekonomi yang timbul pada suatu Negara juga merupakan tanggung jawab anggota lainnya. Contoh kasus yang pada saat krisis Yunani yang dibantu oleh UE, sehingga perekonomiannya dapat tumbuh kembali. Perserikatan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi negara anggota UE dalam hal:
1.    Penghapusan  antrian  pada  perlintasan perbatasan.
2.    Perdagangan antar negara UE.
3.    Hilangnya sekat secara teknis dalam kegiatan perdagangan.
4.    Pembukaan  pasar  yang  baru  untuk  kontrak umum, dsb.

Keleluasaan  untuk  bermigrasi,  peningkatan  daya  saing  dan  pertumbuhan  ekonomi  menjadi  tak  terhentikan. Sekat  secara  fsik,  dalam  perpajakan  dan  secara  teknis  mulai  terbuka  satu  per  satu,  meskipun  masih  terdapat  perbedaan  pendapat  tentang  beberapa  masalah  yang  peka  seperti penyelarasan pajak. Banyak peraturan diterapkan  guna menjamin berlangsungnya  persaingan  yang sehat

Prediksi

Sejak  dibentuknya  lebih  dari  50  tahun  lalu,  UE  bagaikan magnet yang selalu menarik arus anggota  baru dan telah mencapai titik keberhasilan perluasan  dalam sejarahnya, mulai dari 15 hingga mencapai  27 negara anggota pada 2007. Setiap negara Eropa  dapat  bergabung,  dengan  syarat  negara  tersebut  memiliki  kehidupan  demokrasi  yang  stabil  dan  menjamin  penerapan  hukum,  hak  asasi manusia,  dan perlindungan terhadap kaum minoritas. Negara  ini  juga harus memiliki perekonomian pasar yang berjalan baik dan kelengkapan pengelolaan negara yang mampu menerapkan hukum-hukum UE.

Perluasan Di Masa Depan

UE saat ini berupaya memperluas ruang lingkupnya di  Balkan  bagian  Barat,  Termasuk  wilayah  eks  Republik  Yugoslavia,  seperti  Makedonia,  Serbia,  Montenegro,  Bosnia  Herzegovina  dan  Albania.  Negara-negara di wilayah ini diyakini akan masuk  menjadi  anggota  UE  begitu  mereka  telah  siap.  Dibutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun atau lebih sejak  pengajuan  permintaan  bagi  sebuah  negara  untuk dapat diterima sebagai negara anggota

Beberapa  negara memilih  untuk  tidak  bergabung  sebagai  anggota misalnya Norwegia dan Swiss. Akan  tetapi  negara-negara  ini  merupakan  bagian  dari  Perhimpunan Perdagangan  Bebas  Eropa  (EFTA)  yang  juga mencakup  Islandia  dan  Liechtenstein.  Meskipun tidak  terintegrasi dalam UE, negara-negara EFTA memelihara hubungan perdagangan yang erat dan dapat  menikmati  banyak  keuntungan  yang  juga  diterima anggota UE.  Sehingga dapat dipastikan bahwa 10 tahun ke depan UE akan menjelma menjadi kekuatan ekonomi besar dunia bersama Amerika serikat dan Cina.

4.WTO

WTO adalah sebuah organisasi internasional yang dirancang oleh pendiri perusahaan untuk mengawasi dan liberalisasi perdagangan internasional. WTO merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antarnegara. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota. Persetujuan tersebut merupakan perjanjian antarnegara anggota yang mengikat pemerintah untuk mematuhinya dalam pelaksanaan kebijakan perdagangannya.

Terbentuknya WTO / World Trade Organization
WTO secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1995 tetapi sistem perdagangan itu sendiri telah ada setengah abad yang lalu. Sejak tahun 1948,General Agreement on Tariffs and Trade (GATT). Persetujuan Umum mengenai Tarif dan Perdagangan telah membuat aturan-aturan untuk sistem ini. Sejak tahun 1948-1994 sistem GATT memuat peraturan-peraturan mengenai perdagangan dunia dan menghasilkan pertumbuhan perdagangan internasional tertinggi. WTO merupakan pelanjut Organisasi Perdagangan Internasional ITO (International Trade Organization). ITO disetujui oleh PBB dalam Konferensi Dagang dan Karyawan di Havana pada Maret 1948, namun ditutup oleh Senat AS (WTO, 2004b).

Tugas WTO / World Trade Organization
o   Mendorong perdagangan bebas, dengan  mengurangi dan menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan seperti tarif dan non tarif (misalnya regulasi)
o   Menyediakan forum perundingan perdagangan internasional
o   Penyelesaian sengketa dagang dan,
o   Memantau kebijakan perdagangan di negara-negara anggota

Berdirinya WTO
WTO adalah organisasi dunia yang khusus mengatur masalah perdagangan dunia. WTO dibentuk oleh Negara-negara di dunia termasuk Indonesia. WTO secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1995 tetapi sistem perdagangan itu sendiri telah ada setengah abad yang lalu. Sejak tahun 1948, General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) – Persetujuan Umum mengenai Tarif dan Perdagangan telah membuat aturan-aturan untuk sistem ini. Sejak tahun 1948-1994 sistem GATT memuat peraturan-peraturan mengenai perdagangan dunia dan menghasilkan pertumbuhan perdagangan internasional tertinggi.

Pada awalnya GATT ditujukan untuk membentuk International Trade Organization (ITO), suatu badan khusus PBB yang merupakan bagian dari sistem Bretton Woods (IMF dan bank Dunia). Meskipun Piagam ITO akhirnya disetujui dalam UN Conference on Trade and Development di Havana pada bulan Maret 1948, proses ratifikasi oleh lembaga-lembaga legislatif negara tidak berjalan lancar. Tantangan paling serius berasal dari kongres Amerika Serikat, yang walaupun sebagai pencetus, AS tidak meratifikasi Piagam Havana sehingga ITO secara efektif tidak dapat dilaksanakan. Meskipun demikian, GATT tetap merupakan instrument multilateral yang mengatur perdagangan internasional.

Hampir setengah abad teks legal GATT masih tetap sama sebagaimana pada tahun 1948 dengan beberapa penambahan diantaranya bentuk persetujuan “plurilateral” (disepakati oleh beberapa negara saja) dan upaya-upaya pengurangan tariff. Masalah-masalah perdagangan diselesaikan melalui serangkaian perundingan multilateral yang dikenal dengan nama “Putaran Perdagangan” (trade round), sebagai upaya untuk mendorong liberalisasi perdagangan internasional.

Indonesia sejak menjadi anggota WTO telah melaksanakan penyesuaian berbagai peraturan kebijakan perdagangannya menurut ketentuan World Trade Organization/WTO.Kebijakan perdagangan yang menyangkut perijinan import. Persetujuan ini mengharuskan setiap Anggota membuat peraturan kebijakan impor sesederhana mungkin, transparan, proses cepat, dan terprediksi. Meskipun demikian, upaya penyesuaian kebijakan impor tersebut menghadapi beberapa kendala.

Sejumlah peraturan impor masih dianggap bermasalah baik oleh negara mitra dagang maupun dari pemangku kepentingan dalam negeri. Mereka menganggap bahwa kebijakan impor Indonesia sebagai proteksi terselubung dan mendistorsi pasar. Dalam sidang ILA – WTO, tanggal 30 Oktober 2006, Amerika Serikat mempermasalahkan peraturan impor tekstil sebagaimana termuat di dalam SK No. 732/MPP/Kep/10/2002. Indonesia diminta untuk mencabut peraturan tersebut karena mendistorsi pasar dan tidak konsisten dengan ILA – WTO demi memproteksi industri tekstil domestik.

Di dalam negeri sendiri, kebijakan impor dianggap oleh sejumlah pihak sengaja dibuat tidak transparan, memihak demi mendukung keuntungan sekelompok kepentingan tertentu saja. Melalui media massa, masyarakat non-produsen hingga anggota DPR bahkan mengecam kebijakan impor gula dan beras sebagai kebijakan yang tidak pro–rakyat. Meskipun demikian, ketika terjadi krisis kelangkaan pangan, tidak ada satu pihakpun dari pemrotes bertanggung jawab atas komentar mereka. Masalah domestik pada akhirnya juga akan menjadi masalah internasional, mengingat kedudukan importir tersebut merupakan representasi dari posisi negara mitra dagang yang mengekspor ke Indonesia.

Permasalahan yang terjadi pada WTO.
Munculnya berbagai masalah kemungkinan diduga berasal dari adanya kendala mentransformasikan garis-garis besar ketentuan Import Licensing WTO ke dalam bentuk peraturan pelaksananya. Masalah tersebut juga diperberat oleh kompleksitas ketentuan AIL – WTO, belum meratanya pengetahuan mengenai ILA – WTO, sering terjadinya pergantian struktur dan pejabat pemerintah, serta adanya kendala teknis untuk pembuatan dan penyebarluasan peraturan.

Putaran-putaran perundingan
Pada tahun-tahun awal, Putaran Perdagangan GATT mengkonsentrasikan negosiasi pada upaya pengurangan tariff.
Pada Putaran Kennedy (pertengahan tahun 1960-an) dibahas mengenai tariff dan Persetujuan Anti Dumping (Anti Dumping Agreement).
Putaran Tokyo (1973-1979) meneruskan upaya GATT mengurangi tariff secara progresif. Hasil yang diperoleh rata-rata mencakup sepertiga pemotongan dari bea impor/ekspor terhadap 9 negara industri utama, yang mengakibatkan tariff rata-rata atas produk industri turun menjadi 4,7%. Pengurangan tariff, yang berlangsung selama 8 tahun, mencakup unsur “harmonisasi” – yakni semakin tinggi tariff, semakin luas pemotongannya secara proporsional. Serangkaian persetujuan mengenai hambatan non tariff telah muncul di berbagai perundingan, yang dalam beberapa kasus menginterpretasikan peraturan GATT yang sudah ada.

Selanjutnya adalah Putaran Uruguay (1986-1994) yang mengarah kepada pembentukan WTO. Putaran Uruguay memakan waktu 7,5 tahun. Putaran tersebut hampir mencakup semua bidang perdagangan. Pada saat itu putaran tersebut nampaknya akan berakhir dengan kegagalan. Tetapi pada akhirnya Putaran Uruguay membawa perubahan besar bagi sistem perdagangan dunia sejak diciptakannya GATT pada akhir Perang Dunia II. Meskipun mengalami kesulitan dalam permulaan pembahasan, Putaran Uruguay memberikan hasil yang nyata. Hanya dalam waktu 2 tahun, para peserta telah menyetujui suatu paket pemotongan atas bea masuk terhadap produk-produk tropis dari negara berkembang, penyelesaian sengketa, dan menyepakati agar para anggota memberikan laporan reguler mengenai kebijakan perdagangan. Hal ini merupakan langkah penting bagi peningkatan transparansi aturan perdagangan di seluruh dunia.

Persetujuan-persetujuan WTO
Struktur dasar persetujuan WTO, meliputi:
- Barang/ goods (General Agreement on Tariff and Trade/ GATT)
- Jasa/ services (General Agreement on Trade and Services/ GATS)
- Kepemilikan intelektual (Trade-Related Aspects of Intellectual Properties/ TRIPs)
- Penyelesaian sengketa

Persetujuan Bidang Pertanian
Persetujuan Bidang Pertanian (Agreement on Agriculture/ AoA) yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 1995 bertujuan untuk melakukan reformasi kebijakan perdagangan di bidang pertanian dalam rangka menciptakan suatu sistem perdagangan pertanian yang adil dan berorientasi pasar. Program reformasi tersebut berisi komitmen-komitmen spesifik untuk mengurangi subsidi domestik, subsidi ekspor dan meningkatkan akses pasar melalui penciptaan peraturan dan disiplin GATT yang kuat dan efektif.
Persetujuan tersebut juga meliputi isu-isu di luar perdagangan seperti ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, perlakuan khusus dan berbeda (special and differential treatment – S&D) bagi negara-negara berkembang, termasuk juga perbaikan kesempatan dan persyaratan akses untuk produk-produk pertanian bagi negara-negara tersebut.

Dalam Persetujuan Bidang Pertanian dengan mengacu pada sistem klasifikasi HS (harmonized system of product classification), produk-produk pertanian didefinisikan sebagai komoditi dasar pertanian (seperti beras, gandum, dll.) dan produk-produk olahannya (seperti roti, mentega, dll.) Sedangkan, ikan dan produk hasil hutan serta seluruh produk olahannya tidak tercakup dalam definisi produk pertanian tersebut.

Persetujuan Bidang Pertanian menetapkan sejumlah peraturan pelaksanaan tindakan-tindakan perdagangan di bidang pertanian, terutama yang menyangkut akses pasar, subsidi domestik dan subsidi ekspor. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut, para anggota WTO berkomitmen untuk meningkatkan akses pasar dan mengurangi subsidi-subsidi yang mendistorsi perdagangan melalui skedul komitmen masing-masing negara. Komitmen tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari GATT.

Promosi Produk

1. BAURAN PROMOSI

Bauran promosi merupakan gabugan dari berbagai jenis promosi yang ada untuk suatu produk yang sama agar hasil dari kegiatan promo yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal. Sebelum melakukan prmosi sebaiknya dilakukan perencanaan matang yang mencakup bauran promosi sebagai berikut :

1. Iklan seperti iklan koran, majalah, radio, katalog, poster, dll.
2. Publisitas positif maksimal dari pihak-pihak luar.
3. Promosi dari mulut ke mulut dengan memaksimalkan hal-hal positif.
4. Promosi penjualan dengan ikut pameran, membagikan sampel, dll.
5. Public relation / PR yang mengupayakan produk diterima masyarakat.
6. Personal selling / penjualan personil yang dilakukan tatap muka langsung.

Bicara soal manfaat, kontribusi advertising bagi perusahaan jelas tidak dapat disepelekan. Bahkan, periklanan memegang kunci penting, terutama dalam hal pelaksanaan promosi perusahaan. Di dalam aktivitas perusahaan, advertising/periklanan merupakan bagian dari promotion mix/ bauran promosi.
Bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix/promotion mix) merupakan ramuan sekaligus penerapan limaalat promosi utama perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran.

Yang termasuk lima alat promosi itu sendiri adalah :

1. Pemasangan iklan, setiap bentuk presentasi dan promosi non personal yang memerlukan biaya tentang gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor yang jelas. Bisa melalui iklan media massa yang ada , atau iklan luar ruangan seperti pesamangan billboard, spanduk dan poster.

2. Penjualan personal, presentasi personal oleh tenaga penjualan sebuah perusahaan dengan tujuan menghasilkan transaksi penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Mencakup presentasi penjualan, pameran dagang dan promosi insentif.

3. Promosi penjualan, insenstif-insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan sebuah produk/jasa. Meliputi pajangan-pajangan di sejumlah titik/lokasi penting pemasaran, bingkisan, discount, kupon belanja, pemasangan iklan khusus.

4. Hubungan masyarakat, membangun hubungan baik dengan public internal/eksternal) untuk membangun atau bahkan meningkatkan image baik perusahaan. Ikut serta atau mengadakan acara=acara tertentu yang sifatnya tidak murni profit orientes dengan instansi lain. Misalkan dengan menggelar acara malam bhskti sosial atau penggalangan dana.

5. Pemasaran langsung, hubungan langsung dengan pelanggan yang ditargetkan secara tepat dengan tujuan mendapatkan tanggapan sesegera mungkin untuk menciptakan hubungan baik dengan pelanggan yang langgeng. Meliputi telemarketing, catalog, pasang poster di kios-kios, iklan via internet dll.


2. STRATEGI PERIKLANAN

Penggunaan iklan untuk mengakses sesuatu yang dianggap bernilai oleh konsumen membuka peluang pada beragam pendekatan kratif yang berbeda untuk menyajikan kerangka kerja eksekusional dan untuk daya angkat orientasi nilai strategi periklanan. Beberapa bentuk strategi periklanan seperti strategi generik, preemptive (hak pembelian awal), proposisi penjualan unik, citra merk, positioning, resonansi (gema), serta emosional.

Perencanaan periklanan (advertising plan) menyediakan kerangka kerja bagi eksekusi sistematik strategi periklanan. Formulasi suatu strategi periklanan mensyaratkan pengiklan untuk mengupayakan langkah-langkah formal berikut ini, yang disebut program lima langkah :
1.      Menspesifikkan fakta kunci
2.      Menyatakan masalah pemasaran utama
3.      Menyatakan tujuan komunikasi
4.      Mengimplementasikan strategi pesan yang kreatif
5.      Membangun persyaratan arus perintah korporat/divisional.

Rantai means-end(sumber-hasil) memberikan kerangka kerja yang berguna untuk memahami hubungan antara para konsumen dengan pesan dalam iklan. Berdasarkan pada riset canggih yang menginvestigasi apa yang dinilai manusia serta studi-studi tentang atribut serta konsekuensi apa yang dicari konsumen dalam produk, rantai means-end dikontruksikan dengan menghubungkan atribut-atribut produk (the means sumber), konsekuensi-konsekuensi dari atribut-atribut tersebut bagi konsumen, serta nilai-nilai personal (the end-hasil) yang berkonsekuensi terhadap penguatan kembali.
Pada taraf minimum, iklan yang baik (atau efektif) memuaskan beberapa pertimbangan berikut ini :
1.      Iklan harus memperpanjang suara strategi pemasaran.
2.      Periklanan yang efektif harus menyertakan sudut pandang konsumen.
3.      Periklanan yang efektif harus persuasif.
4.      Iklan harus menemukan cara yang unik untuk menerobos kerumunan iklan.
5.      Iklan yang baik tidak pernah menjanjikan lebih dari apa yang bisa diberikan.
6.      Iklan yang baik mencegah ide kreatif dari strategi yang berlebihan.

3. STRATEGI PROMOSI

Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran suatu barang.  Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli di perusahaan tersebut.

Sifat-sifat promosi penjualan adalah :

1. Komunikasi; mampu menarik perhatian dan memberi informasi yang  memperkenalkan pelanggan kepada produk.
2. Insentif; memberikan keistimewaan dan rangsangan yang bernilai bagi pelanggan.
3. Undangan; mengundang khalayak untuk membeli saat itu juga.

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, promosi penjualan dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis yaitu :

1. Customer promotion, yaitu penjualan yang bertujuan untuk mendorong pelanggan untuk membeli.

2. Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk memperdagangkan barang dan jasa dari sponsor.

3. Sales – force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual.

4. Business promotion, yaitu promosi penjualan untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama dan mendidik pelanggan.

Namun yang jelas apapun jenis kebutuhan yang akan diprogramkan untuk dipengaruhi, tetap pada perencanaan bagaimana agar perusahaan tetap eksis dan berkembang. Apalagi jika perusahaan tersebut mempunyai lini produk lebih dari satu macam.

Secara keseluruhan teknik-teknik promosi penjualan merupakan taktik pemasaran yang berdampak jangka pendek. Malah kadang – kadang penjualan hanya meningkat selama kegiatan promosi penjualan berlangsung. Promosi penjualan juga tidak mampu meruntuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk lain, bahkan promosi penjualan yang terlalu sering dapat menurunkan citra kualitas barang atau jasa tersebut, karena pelanggan bisa menginterpretasikan bahwa barang atau jasa tersebut kualitas rendah atau termasuk kategori murahan. Meskipun demikian diakui bahwa promosi penjualan menghasilkan tanggapan yang lebih cepat daripada iklan.

Secara umum tujuan dari promosi penjualan :
1.   Meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan/atau konsumen akhir.
2.   Meningkatkan kinerja perusahaan
3.   Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.

Kegiatan Promosi penjualan

Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan. Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)
Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. 

Jenis periklanan :
*Perilanan lembaga atau intuisi (bank, supermarket, department store)
*Perikalan merk (Toyota,  Honda, pepsodent, cerebrovit )
*Periklanan jenis barang tertentu (iklan pelayanan masyarakat)
*Periklanan penjualan (pada kesempatan-kesempatan tertentu)

Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi antara penjual dengan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga pelanggan kemudian akan mencoba dan membelinya. Sifat-sifat penjualan tatap muka:
*Personal atau adanya kontak langsung dengan konsumen
*Tanggapan langsung atas pertanyaan atau reaksi konsumen
*Mempererat hubungan dengan konsumen, apabila sikapnya memuaskan
*Biaya oprasional cukup tinggi

Publisitas (Publisity), merupakan usaha untuk merangsang permintaan suatu produk secara non-personal dengan memuat berita komersial yang menarik mengenai  produk tersebut didalam media cetak atau lainnya, mapun hasil wawancara yang disiarkan dalam media tersebut.
Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian oleh konsumen dan efektifitas penyalur, melalui pameran, pertunjukan, demonstrasi, peragaan. Jenis-jenis promosi :
*Promosi konsumen (misalnya barang contoh, kupon hadiah pembelian    demonstrasi)
*Promosi dagang (kredit pembelian, periklanan bersama)
*Promosi bisnis (sponsor pertunjukanj, kontes penjualan)

Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen. Sifat pemasaran langsung :
Nonpublik: Pesan biasanya ditujukan kepada orang tertentu, misalnya pengiriman surat via pos atau email, itu berarti yang mengetahui pesan tersebut hanya pihak terkait saja, public tidak mengetahui.
Disesuaikan: Pesan dapat disiapkan dan dirancang dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu sebelum dikirimkan kepada orang yang bersangkutan agar ia tertarik.
Terbaru: Pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat sesuai dengan kondisi terkini.

Interaktif: Pesan dapat diubah sesuai tanggapan orang yang berkaitan sehingga menimbulkan suatu komunikasi yang interaktif.

Proses Pemasaran dan Perilaku konsumern

1. BAURAN PEMASARAN

Bauran pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Dalam bukunya, Sofjan Assauri mendefinisikan bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi, bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.
            
Seperti diketahui, strategi pemasaran adalah suatu himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka panjang, dalam situasi persaingan tertentu. Dalam strategi pemasaran ini, terdapat Strategi Acuan/Bauran Pemasaran yang menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.
           
Bauran pemasaran terdapat empat komponen, yaitu :
1 Produk
2. Harga
3. Distribusi
4. Promosi

Keempat strategi tersebut saling mempengaruhi, sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi, yaitu Strategi Acuan/Bauran. Sedangkan strategi bauran pemasaran nin merupakan bagian dari strategi pemasaran, dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan unsur-unsur atau variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan pimpinan perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran.

Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:

1. Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.

2. Price (harga) adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.

3. Place (tempat) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.


4. Promotion (promosi) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.

2. SEGMENTASI DAN TARGETING

Dalam ilmu marketing kita mengenal STP dan 4P sebagai strategi pemasaran produk ataupun jasa. STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning sedangkan 4P adalah singkatan dari keempat unsur dalam marketing mix, yakni Product, Price, Place dan Promotion. Stp dan 4p dalam ilmu marketing saling berkaitan.

A. Segmentasi

•         Pengertian Segmentation / Segmentasi
Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

•         Tujuan  Segmentasi  Pasar
adalah membuat para pemasar mampu menyelesaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau lebih segmen pasar tertentu. 
Terbagi menjadi 2 :
1.       Segmen pasar
Sub kelompok orang-orang atau organisasi yang memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama menyebabkan mereka memiliki produk yang serupa.
2.       Segmentasi pasar
Proses membagi sebuah pasar ke segmen-segmen atau kelopok-kelompok yang bermakna, relative sama dan dapat diidentifikasikan

Proses segmentasi pasar

1. Survey Stage
Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku konsumen. 
2. Analysis Stage
Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey.
3. Profiling Stage
Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi frofil masing-masing cluster yang terbentuk. 

Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan dari sebuah program MM, kemudian masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang menonjol (Fanggidae, 2006)

Manfaat segmentasi

1. Perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan
2. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
3. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

B. Targeting   

Setelah perusahaan memilih segmen pasar yang akan dimasuki, strategi selanjutnya adalah menentukan target pasar atau pasar sasaran. Definisi umum dari targeting adalah proses memilih target market yang tepat bagi produk dan jasa perusahaan.

•         Pola menentukan target market

1.Single Segment Concentration.
Single Segment Concentration maksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Namun, konsentrasi di satu segmen mempunyai potensi resiko yang cukup besar, sehingga alasan inilah yang mendasari perusahaan untuk memilih lebih dari satu segmen.

2. Selective Specialization.
Selective Specialization maksudnya adalah perusahaan menyeleksi beberapa segmen. Segmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan atau membentuk sinergi, tetapi masing – masing segmen menjanjikan uang. Strategi ini lebih dipilih oleh perusahaan untuk menghindari kerugian, walaupun salah satu segmennya tidak produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan dari segmen yang lain.

3. Product Specialization.
Product Specialization maksudnya perusahaan berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu. Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik. Namun resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produknya atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi.

4. Market Specialization.
Market Specialization maksudnya adalah perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya.

5. Full Market Coverage.
Full Market Coverage maksudnya adalah perusahaan berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, pemasar dapat melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak penjualan daripada tidak melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya perusahaan.

3. PEMASARAN KOMERSIL

Pemasaran komersial melempar barang ke perusahaan dan individu. Tujuan dari pemasaran komersial adalah untuk mengembangkan hubungan antara klien dan produk. Hal ini dicapai dengan menciptakan identitas merek dengan mana konsumen dapat berhubungan. Sebuah kampanye pemasaran deodorant komersial, misalnya, dapat menunjukkan produk sebagai edgy dengan penggunaan warna-warna neon dan font eklektik. Perusahaan menggunakan citra merek untuk menarik remaja. Alan Andreasen, penulis buku "Etika dalam Pemasaran Sosial," menjelaskan bahwa pemasaran komersial adalah antitesis dari pemasaran sosial. Sedangkan pemasaran komersial berusaha untuk mencerahkan individu pada manfaat dia akan menerima secara pribadi dari mengkonsumsi suatu produk, pemasaran sosial memiliki motif nirlaba dan berusaha untuk mendidik konsumen tentang isu-isu sosial kolektif

Dalam pemasaran produk komersial meliputi desain kemasan, merek, merek dagang, siklus hidup produk dan pengembangan produk baru, sedangkan dalam pemasaran sosial ini tentang apa program mencoba untuk mengubah dalam target pemirsa. Dalam harga pemasaran komersial berarti menetapkan biaya menguntungkan dan dapat dibenarkan atau nilai-nilai, sedangkan dalam pemasaran sosial, ini tentang apa yang konsumen harus menyerah untuk menerima manfaat program. Biaya di sini mungkin baik berwujud seperti uang, waktu atau perjalanan atau tidak berwujud, seperti perubahan dalam keyakinan atau kebiasaan

Motivasi dan Memimpin Usaha

1. Teori Motivasi oleh Douglas Mc Gregor (Teori X dan Y)

Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor
Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.

A. Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

Douglas Mc Gregor menemukan teori X dan Y setelah mengkaji cara para manager berhubungan dengan para karyawan. Ada empat asumsi yang dimiliki oleh manager dalam teori X, yaitu:
1. karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya
2. karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dikendalikan atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan
3. karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal (asumsi ketiga)
4. sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi

B. Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.

Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y, yaitu:

1. karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan seperti halnya istirahat atau bermain
2. karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan
3. karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari dan bertanggung-jawab
4. karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

2. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)

Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H.Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
• Fisiologis
• Keamanan, keselamatan dan perlindungan
• Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki
• Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
• Aktualisasi diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.

Menurut maslow, jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, maka ia perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah posisi bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.

Teori yang sangat berpengaruh dalam teori humanistic ini adalah Theory of Human Motivation yang dikembangkan oleh Abraham Maslow (1954). Maslow mengemukakan gagasan hirarki kebutuhan manusia, yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu deficiency needs dan growth needs. Deficiency needs meliputi (dari urutan paling bawah) kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki, dan kebutuhan akan penghargaan. Dalam deficiency needs ini, kebutuhan yang lebih bawah harus dipenuhi lebih dulu sebelum ke kebutuhan di level berikutnya. Growth needs meliputi kebutuhan kognitif, kebutuhan estetik, kebutuhan aktualisasi diri, dan kebutuhan self-transcendence. Menurut Maslow, manusia hanya dapat bergerak ke growth needs jika dan hanya jika deficiency needs sudah terpenuhi. Hirarki kebutuhan Maslow merupakan cara yang menarik untuk melihat hubungan antara motif manusia dan kesempatan yang disediakan oleh lingkungan (Atkinson, 1983).

Teori Maslow mendorong penelitian-penelitian lebih lanjut yang mencoba mengembangkan sebuah teori tentang motivasi yang memasukkan semua faktor yang mempengaruhi motivasi ke dalam satu model (Grand Theory of Motivation), misalnya seperti yang diusulkan oleh Leonard, Beauvais, dan Scholl (1995). Menurut model ini, terdapat 5 faktor yang merupakan sumber motivasi, yaitu 1)instrumental motivation (reward dan punishment), 2)Intrinsic Process Motivation (kegembiraan, senang, kenikmatan), 3)Goal Internalization (nilai-nilai tujuan), 4)Internal Self-Concept yang didasarkan pada motivasi, dan 5) External Self-Concept yang didasarkan pada motivasi (Leonard, et.al, 1995).

3. Teori Motivasi oleh Herzberg (Teori Dua Faktor)

Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan bahwa ketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik.

Faktor-faktor ekstrinsik (konteks pekerjaan) meliputi : (1) Upah, (2) Kondisi kerja, (3) Keamanan kerja, (4) Status, (5) Prosedur perusahaan, (6) Mutu penyeliaan, (7) Mutu hubungan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan, dan bawahan.

Keberadaan kondisi-kondisi ini terhadap kepuasan karyawan tidak selalu memotivasi mereka. Tetapi ketidakberadaannya menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan, karena mereka perlu mempertahankan setidaknya suatu tingkat ”tidak ada kepuasan”, kondisi ekstrinsik disebut ketidakpuasan,atau faktor hygiene.

Faktor Intrinsik meliputi : (1) Pencapaian prestasi, (2) Pengakuan, (3) Tanggung Jawab, (4) Kemajuan, (5) Pekerjaan itu sendiri, (6) Kemungkinan berkembang.

Tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas. Tetapi jika ada, akan membentuk motivasi yang kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh karena itu, faktor ekstrinsik tersebut disebut sebagai pemuas atau motivator.

Teori dua faktor Herzberg mengasumsikan bahwa hanya beberapa ciri pekerjaan dan karakteristik dapat menghasilkan motivasi. Beberapa karakteristik yang menjadi fokus manajer akan bisa menghasilkan kondisi kerja yang nyaman, tetapi tidak memotivasi karyawan. Motivasi ini diukur dengan cara mewancarai karyawan untuk menguraikan kejadian pekerjaan yang kritis


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS